Monday, 18 October 2021
Home / INVESTIGASI / Dua Pejabat Perumda Tirta Pakuan “Ping Pong” Wartawan Soal Proyek Di Reservoar Jabaru

Dua Pejabat Perumda Tirta Pakuan “Ping Pong” Wartawan Soal Proyek Di Reservoar Jabaru

Bogor – Proyek Pembangunan Reservoar Jabaru sudah mulai digarap bulan ini walau dalam kontrak SPK pertanggal 25 Juni lalu.Bahkan galian pipa HDPE sudah akan ditanam.
Namun saat wartawan memberikan konfirmasi manager Trandis meminta dan mengarahkan pada kasubag Perwalistek.
” Agar informasinya detail silahkan konfirmasi Kasubag perwalistek soal proyek Jabaru karena beda bagian bukan di Trandis” terang Nasrul, Manager Trandis.
Lalu pada Selasa (2/9) via WA, Kasubag meminta wartawan datang pada hari Rabu pagi (3/9).Namun entah mengapa setelah berada dikantor Perumda Tirta Pakuan sang kasubag tidak mau menemui wartawan bahkan diarahkan pada bagian lain.
“Di pdam aja pak besok.
Saya lagi ada acara dulu sekarang.Jam 8.30 di kantor aja” tulis Asep,Kasubag
Perwalistek.
Entah apa yang merasuk pada dua pejabat Perumda ini yang amat alergi dan tidak mau dikonfirmasi wartawan padahal Dirut sendiri terkenal dekat dan tidak anti dengan kuli berita di Kota Bogor.


Sementara itu hasil investigasi gabungan media dan lSM mendapatkan tambahan informasi dan temuan atas proyek disana.
“Kita minta Direksi Perumda dapat membina para pejabat di tiap bagian untuk menghargai profesi wartawan yang juga dilindungi peraturan dinegara ini karena mereka bertugas dengan legal standing atau kedudukan hukum yang diakui negara.UU.No.40 pasal 40 ayat 2 dan 3 telah jelas akan derajat dan marwah wartawan jangan mereka dianggap remeh atau dikerdilkan.Camkam itu dan pahami jangan pula dibumper atau dikotakan pada bagian humas jika memang ada temuan mendasar sesuai desk job di Perumda Tirta Pakuan”ujar LSM Tapak Biru,M Muhsin SIp.
Dilokasi terlihat gundukan tanah sepanjang Reservoar Jabaru hingga mulut jalan masuk kedalam Villa kebun Raya yang menganggu arus kendaraan.Selain itu kedalaman galian pipa masih dipertanyakan juga lebarnya.Hal ketentuan standar Safety pekerja berupa helm,APD dan lainnya tampak belum digunakan semua pekerja padahal jelas ketentuan ini dianggarkan dalam kontrak kerja 15-20 prosen dari nilai pagu proyek.( Redaktur)

Check Also

Keluhkan Pungutan Liar di Puskesmas Jejawi, Warga: Padahal Gratis

OKI-Warga puluhan Desa di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *