Monday, 18 October 2021
Home / JUSTISIA / Cerita Kepsek soal Ponsel Diserbu Pesan Pendek : Ada yang Minta Uang, Ada yang Mengancam

Cerita Kepsek soal Ponsel Diserbu Pesan Pendek : Ada yang Minta Uang, Ada yang Mengancam

OKI-Sekitar 450 orang Kepala Sekolah (Kepsek) SDN dan SMPN di 18 Kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) mengaku nomor WhatsApp (WA) milik mereka sering menerima pesan pendek dari sejumlah orang yang mengaku sebagai anggota LSM dan wartawan dalam beberapa bulan terakhir. Terakhir, 1 Oktober 2021 sejumlah kepala sekolah SDN SMPN di 18 Kecamatan di Kabupaten OKI mengaku menerima pesanan bernada ancaman dan pemerasan dari beberapa orang oknum yang mengaku sebagai anggota LSM dan wartawan.

“Ada yang meminta ditransfer uang melalui rekening, ada yang mengancam akan melaporkan, ada juga yang meminta uang dengan cara baik-baik. Tapi ada juga yang mengirim pesan berisi rilis berita dan meminta uang dengan nada mengancam. Kalau tidak mau mentransfer uang maka berita itu akan diekspos,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Forum Keadilan Rakyat Indonesia, Ansori AK, saat dikonfirmasi wartawan baru-baru ini usai menerima laporan dari ratusan kepala sekolah SDN SMPN di Kabupaten OKI, Selasa (5/10) siang.

Hanya saja, Ansori AK belum mau membuka secara gamblang tentang semua rincian pesan pendek WhatsApp yang dia terima dari ratusan kepala sekolah SDN SMPN tersebut.

“Percaya atau tidak, masih banyak yang melakukan intimidasi dan ancaman secara ferbal dengan mengunakan SMS, ada ratusan SMS,” kata dia.

Ratusan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN SMPN tersebut sebenarnya mengaku resah atas ulah sekelompok oknum yang mengaku sebagai anggota LSM dan wartawan tersebut. Setelah menerima pesan biasanya mereka merasa tidak nyaman saat berada di sekolah. Banyak kepala sekolah di kabupaten oki yang merasa dirugikan oleh ulah oknum LSM dan wartawan itu.

Ansori AK mengatakan, situasi semacam ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. “Setelah menerima laporan satu bulan terakhir saya baru bahwa semua kepala sekolah SDN SMPN di 18 Kecamatan di Kabupaten OKI menerima perlakuan seperti itu,” ujar Ansori AK saat dibincangi wartawan via telepon genggam, Selasa (5/10).

Dalam pernyataan resminya Ansori AK meminta kepada seluruh kepala sekolah SDN SMPN di 18 Kecamatan di Kabupaten OKI untuk tidak merespon dalam bentuk apapun terhadap semua pesan bernada ancaman dan intimidasi serta permintaan uang dari oknum yang mengaku sebagai anggota LSM dan wartawan tersebut.

SANGKUT SUMSEL

Check Also

Keluhkan Pungutan Liar di Puskesmas Jejawi, Warga: Padahal Gratis

OKI-Warga puluhan Desa di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *