Saturday, 25 September 2021
Home / JUSTISIA / Celah Pungli di Desa Muara Batun Dibiarkan

Celah Pungli di Desa Muara Batun Dibiarkan

OKI-Transparansi dan akuntabilitas penyaluran dan pengunaan dana desa di desa muara batun dalam 15 tahun terakhir tidak berjalan.

Hal inilah yang kemudian membuat banyak peluang terjadinya pungutan liar (Pungli) di Desa Muara Batun Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) itu.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Forum Keadilan Rakyat Indonesia Ansori AK mengemukakan hal tersebut saat ditemui, kemarin.

Berdasarkan hasil investigasi DPPFKRI kami menemukan adanya dugaan patgulipat di dalam pengelolaan anggaran dana desa yang kucurkan alias diselewengkan oleh aparat pemerintah di desa muara batun selama 15 tahun terakhir.

Tradisi sunat menyunat anggaran (itu) ditengarai telah dilakukan dan telah menjadi tradisi bagi pemerintah desa setempat sejak 15 tahun terakhir.

Pungutan liar itu, masih kata dia, tidak cuma dipicu oleh aktor, tapi juga didukung oleh persoalan sistem pemerintahan desa yang dijalankan selama 15 tahun terakhir karena dilakukan dengan tidak menggunakan prosedur yang jelas,” ungkapnya, Minggu, 18 Juli 2021.

Elit-elit di pemerintahan desa di desa muara batun yang merasa dirinya memiliki otoritas di desa itu kemudian memanfaatkan peluang itu untuk melakukan pungutan liar.

Untuk itu, kata dia, kedepan, perlu dilakukan evaluasi dan pembenahan serta pemantauan terhadap pengelolaan anggaran dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah dengan menjalin hubungan kerja sama yang profesional bersama organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Sejauh ini, kami belum melihat adanya itikad baik dari pemerintah desa setempat untuk menjalin hubungan dengan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Padahal, ini adalah salah satu perintah konstitusi.

Tujuannya, masih kata dia, adalah untuk mencegah terjadinya praktik penyimpangan dalam hal tata kelola pemerintahan yang bersih. “Hari ini seharusnya sudah tidak ada lagi praktik lancung semacam penggelapan terhadap uang negara,” tuturnya.

“Saya berharap, masyarakat dan media massa, sebisa mungkin untuk ikut berpartisipasi dalam program dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah, mereka bisa memanfaatkan tim investigasi yang dibentuk oleh media massa untuk membuat laporan polisi. Ini harus dilakukan sosialisasi secara terus-menerus,” imbuhnya.

SANGKUT SUMSEL

Check Also

Diduga Korupsi ADD, Datuk Penghulu di Rohil Ditahan Kejari

ROKAN HILIR – SB alias C selaku Datuk Penghulu Sungai Majo Pusako, Kecamatan Kubu Babussalam, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *