Sabtu, 24 Juli 2021
Home / INVESTIGASI / Bencana Pendidikan di Kampung Halaman Besan Presiden SBY

Bencana Pendidikan di Kampung Halaman Besan Presiden SBY

OKI-Sekretaris Dinas (Sekdin) Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Dedi Rusdianto S.Pd,. M.Si, ditengarai terlibat dalam kasus pemerasan terhadap beberapa kepala sekolah di kampung halaman besan Presiden SBY (itu).

Bekas Kepala Bidang (Kabid) SMP tahun 2019 ini diduga tidak bekerja sendirian. Ia ditengarai bekerjasama dengan beberapa orang oknum LSM dan seorang oknum pegawai kantor kejaksaan negeri setempat sejak 2020.

Hampir semua kepala sekolah di kampung halaman besan Presiden SBY itu mengaku resah dengan maraknya aksi pemerasan yang dilakukan oleh oknum LSM.

Mereka (Kepsek) kerap mendapat ancaman secara ferbal. Dituduh melakukan korupsi dana bantuan operasional sekolah lewat surat dan pesan singkat WhatsApp.

Beberapa kepala sekolah di kampung halaman besan Presiden SBY (itu) diminta untuk menyerahkan uang senilai Rp 15 hingga 20 juta rupiah kepada oknum LSM oleh Dedi Rusdianto S.Pd,. M.Si.

Di Provinsi Sumatera (Selatan), diduga hanya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kepala sekolah diminta untuk menyerahkan uang Rp 15 hingga 20 juta rupiah oleh sekretaris dinas pendidikan.

Beberapa orang kepala sekolah di kampung halaman besan Presiden SBY (itu) ditengarai telah menjadi korban pemerasan oleh Dedi Rusdianto S.Pd,. M.Si.

Berdasarkan hasil penelusuran Tipikor Investigasi.com. Proses pemerasan terhadap kepala sekolah di kampung halaman besan Presiden SBY (itu) dilakukan dengan cara mengirimkan ancaman lewat surat klarifikasi kepada kepala sekolah.

Tidak cuma itu, beberapa intimidasi dan ancaman secara ferbal pun turut dilakukan lewat sambungan telepon dan pesan singkat WhatsApp.

Praktik pemerasan terhadap kepala sekolah di Kabupaten OKI diduga melibatkan beberapa orang oknum LSM dan oknum pegawai kantor kejaksaan negeri setempat.

Perbuatan tak terpuji itu sama sekali belum tersentuh tangan aparat karena diduga mendapat restu dari orang kepercayaan Sekda OKI, Dedi Rusdianto S.Pd,. M.Si.

Penangguk untung dari praktik lancung ini adalah oknum Pegawai Kantor Kejaksaan Negeri OKI dan Sekretaris Disdik OKI. Sementara beberapa oknum LSM hanya menikmati 15/20 persen dari total jumlah besaran uang yang didapat dari hasil pemerasan.

Hingga laporan ini selesai ditulis, Dedi Rusdianto S.Pd,. M.Si, Sekdin Disdik OKI, selalu tidak berada diruang kerjanya.

SANGKUT SUMSEL

About admin

Check Also

Kejati Riau Tahan Plt Kadis PUPR Pelalawan dan Seorang Operator Alat Berat

Pekanbaru – Setelah melakukan proses tahap dua, tim Kejaksaan Tinggi Riau akhirnya melakukan penahanan terhadap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *